Archive for October, 2009

Membangun Kecedasan Hati dan Intelektual

Monday, October 26th, 2009

Coba ketika teman-teman semua diberi sebuah bola. Lalu, saya menyuruh teman-teman untuk melemparkan bola tersebut ke mana saja, terserah. Sekarang, kembali ambil bola tadi. Perintah saya sekarang adalah, lempar bola yang teman-teman pegang ke arah botol yang sudah saya persiapkan.

Lalu, muncul pertanyaan, apa arti instruksi-instruksi saya tadi? Tentu ada maknanya, saat teman-teman semua saya perintahkan melempar bola ke arah sembarang, di diri teman-teman tak ada beban, ringan. Namun, saat saya menginstruksikan untuk melempar botol / arah tertentu, di situlah terdapat beban yakni tanggung jawab.
Yang mau saya kemukakan adalah, bagaimana korelasi bola dengan hidup ini. Bola tadi bisa diibaratkan sebagai tujuan hidup manusia (baca: kita). Ini berarti, ada manusia yang punya tujuan hidup dan tidak. Hal ini sangat terkait dengan masalah hati (Qolbu) manusia. Hati manusia ada yang Qolbun Salim maksudnya hati yang selamat atau sehat, Qolbun Marids atau hati yang sakit, dan Qolbun Mayit atau hati yang mati. Titik permasalahan terkait dengan hati manusia yang sakit bahkan mati tadi ialah, ketidakpahaman, kemalasan, perasaan cukup, dan kesombongan.
Karena itulah, kawanku semua, mari kita tentukan tujuan hidup kita semua, agar kita punya rasa tanggung jawab. Nilai-nilai keIslaman mestilah kita tebarkan di kehidupan sehari-hari. Semua adalah untuk kepentingan kebahagiaan dunia wal akhirat. Kalau bukan kita-kita, mahasiswa-mahasiswa, pemuda-pemuda, siapa lagi?? Mari, dengan semangat kebajikan kita coba Membangun Kecedasan Hati dan Intelektual.
Terinspirasi dari http://uny.ac.id/data.php?m=951da6b7179a4f697cc89d36acf74e52&i=1&k=6038.
Foto adalah Bapak Suwodo, tulisan termuat dari pembukaan materi di FIK UNY oleh beliau.
Foto diambil dari situs yang sama.