Archive for the ‘Touring’ Category

Kereta Ekonomi

Tuesday, January 5th, 2010


Liburan kali ini, saya bersama teman tentu memulangkan diri (pulkam) ke daerah masing-masing. Yang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan sekitarnya juga memudikkan diri di akhir tahun ini. Seperti yang saya lakukan sebelumnya, saya menggunakan moda transportasi Kereta Ekonomi tepatnya. Setelah sebelumnya saya naik Kereta Ekonomi dari Stasiun Jatinegara Jakarta Timur, baru-baru ini saya menaiki Kereta yang sama kembali tapi dari Stasiun Senen Jakarta Pusat. Dari kediaman saya, busway menjadi alat transportasi saya. Dengan tarif 3500-nya itu, saya sampai di Shelter Pasar Senen yang notabene cukup dekat dengan Stasiun Senen.

Suasana saat itu lumayan sepi mungkin dikarenakan jam-jam yang masih luang untuk keberangkatan kereta. Namun, di dalam Stasiun Senen, begitu ramai. Di sana saya juga sempat bertemu dengan teman lama. Saya mendapat Tiket Kereta Ekonomi Progo dengan tujuan akhir Stasiun Lempuyangan Yogjakarta. Saya sadar akan waktu saat itu yang baru menunjukkan pukul 18.00 WIB yang merupakan waktu Sholat Maghrib. Saya pun mengikuti Sholat Mahgrib di Musholla Stasiun Senen. Jamaah Sholat terbilang memenuhi, bahkan sampai membludak ke luar Ruangan Mushola Stasiun Senen. Dan di Musholla Stasiun Senen, pada Maghrib itu, dilaksanakan kembali Sholat Maghrib gelombang ke-2. Mungkin masih terlaksana gelombang berikutnya.
Dan pada waktu Isya’, setelah melakukan pembicaraan pada teman-teman di Peron Stasiun Senen Jakarta Pusat, hujan dengan sangat mendadak jatuh di Senen dan tepat bersamaan dengan Adzan Isya’ yang berkumandang dari Musholla Stasiun Senen Jakarta Pusat. Saya pun memenuhi panggilan-Nya.
Selanjutnya, saya membeli minuman ringan untuk bekal nanti dengan konsekuensi harga yang lebih mahal ketimbang di luar Stasiun, yang jelas bisa kita simpulkan bahkan untuk semua Stasiun yang ada. Ya, dengan berbekal tiket Kereta Ekonomi Progo seharga Rp 28.000,00 (yang tertera di tiketnya) dan retribusi untuk Bulan Dana PMI Jakarta sebesar Rp 1000,00 , saya berharap bisa pulang ke Purworejo dengan lancar, aman, dan terkendali dengan harapan memiliki uang saku yang lebih dikarenakan membeli tiket yang murah. Konsekuensi dari pemilihan Ekonomi tersebut ialah, tempat duduk yang berhadap-hadapan serta kondisi yang bisa saja kita katakan sebagai kondisi hiruk pikuk selama perjalan kita berlangsung di dalam Kereta tersebut.
Tapi, tak apalah yang jelas saya bisa selamat sampai Purworejo sebagai kota Tujuan saya. Meski dengan badan yang pegal-pegal dan kurang tidur karena saya duduk membelakangi arah laju kereta. Selalu saja terngiang bagi pecinta Kereta Ekonomi, kata-kata, “Kopi, popmi, jahe wangi, etc.”, bahkan ada yang melontarkan, “KopMie”. Yang jelas para pedagang asongan ini tak kenal lelah dalam menawarkan dagangan mereka kepada Penumpang Kereta Ekonomi. Alhasil, berhasil juga mereka dalam berjualan di dalam Kereta Ekonomi. Karena kondisi yang begitu memungkinkan bagi para Penumpang Kereta Ekonomi untuk mengkosumsi makanan/minuman. Karena, bukankah perjalan rata-rata para penumpang ialah ke Jawa Tengah yang memerlukan sedikitnya 7-10 jam perjalanan dan itu harus ditunggu, dengan duduk bahkan mungkin diselingi obrolan dengan teman atau orang yang baru saja ditemui. Saat itulah, kita sebagai manusia biasa tak mungkin melewatkan masa-masa untuk makan/minum baik itu makanan/minuman ringan maupun berat. Jadi kesimpulan saya, dengan tiket yang terjangkau itu, kita masih punya cukup uang untuk membeli/mencicipi mungkin untuk keperluan oleh-oleh bagi kita dan tentunya itu bisa kita dapatkan dengan cukup mudah melalui pedagang asongan yang ada dan siap menjual dagangannya di dalam Kereta Ekonomi yang kita naiki.
Dan saya pun mungkin akan tetap mengandalkan moda tranportasi yang cocok dengan saku saya ini. Tak apa, yang penting badan saya sehat, sekeluarga selamat baik dunia maupun akhirat. Amiin…..